Seminar Nasional: Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Kesetaraan Gender Dalam Demokrasi Indonesia di Era Digital


  • Monday, 20 September 2021 05:34
  • Kegiatan
  • 0 Berkas di unduh
  • 406x dibaca.

INFID dengan didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), baru saja menyelesaikan riset yang merupakan bagian dari Prioritas Riset Nasional (PRN) dengan tema “Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Kesetaraan Gender Dalam Demokrasi Indonesia di Era Digital”.

Riset bertolak dari tesis bahwa demokrasi di Indonesia dapat meningkat bila CSO dan perempuan aktif mengambil bagian baik melalui jalur keterwakilan maupun dalam jalur partisipasi.

Upaya tersebut dapat tercapai salah satunya dengan akses teknologi yang setara bagi semua kelompok. Riset menggunakan metode kualitatif dengan data bersumber dari dokumen, wawancara mendalam dengan 26 informan serta diskusi terfokus bersama 11 perwakilan OMS. Riset mencoba mengeksplorasi bukti dan bentuk ketimpangan gender dalam dunia TIK serta memetakan proses adaptasi, strategi, dan peran OMS dalam mendorong kesetaraan gender dalam demokrasi di era digital di Indonesia .

Untuk mendorong tersampaikannya informasi hasil riset tersebut, serta mendapatkan masukan masyarakat yang lebih luas, INFID menyelenggarakan seminar nasional yang dilaksanakan secara hybrid; offline di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan dan online melalui platform Zoom pada Senin, 20 September 2021 pukul 13.30-17.00 WIB.

Meskipun dilakukan secara hybrid, penyelenggaraan secara offline dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. INFID menyediakan tes antigen bagi seluruh peserta yang hadir di Hotel Royal Kuningan dan membatasi jumlah undangan offline. Terdapat sejumlah perwakilan lembaga yang hadir secara langsung dan berpartisipasi aktif dalam jalannya diskusi, di antaranya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Migrant Care, Konsil LSM, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), serta Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

Secara daring, terdapat lebih dari 60 peserta yang aktif berpartisipasi dalam dialog yang berlangsung selama dua jam. Acara dibuka dengan keynote speech dari Prof. Dr. Firman Noor, M.A yang merupakan Plt Kepala Pusat Penelitian Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dialog diisi dengan paparan hasil penelitian oleh para pembicara dan ditanggapi oleh perwakilan sejumlah lembaga sebagai berikut.

Pembicara:

  1. Sugeng Bahagijo - Direktur Eksekutif
  2. Yanu Endar Prasetyo - Peneliti Kebijakan Publik
  3. Wasisto Raharjo Jati - Peneliti Kebijakan Publik
  4. Marlis Afridah – Peneliti Kebijakan Publik

Penanggap:

  1. Dra. Leny Rosalin, M.Sc - Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA
  2. Devie Rahmawati - Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa
  3. Heru Tjatur - Pegiat Literasi Digital ICT Watch

Moderator: Sonya Hellen Sinombor - Jurnalis Senior KOMPAS

WhatsApp Image 2021-09-20 at 14.55.19.jpeg

WhatsApp Image 2021-09-20 at 14.56.21(1).jpeg