Laporan Studi Kuantitatif Barometer Kesetaraan Gender Respons dan Sikap Masyarakat terhadap RUU PKS


  • Thursday, 10 December 2020 05:31
  • Penelitian
  • 43 Berkas di unduh

Menurunkan ketimpangan gender merupakan salah satu komitmen dan mandat INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi, sosial, politik dan sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pencapaian kesetaraan gender adalah tingginya angka kekerasan seksual. Eliminasi berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak juga merupakan target capaian dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kelima.

Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dirilis dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan maupun data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selalu memperlihatkan angka yang terus meningkat. Kekerasan yang dialami perempuan dan anak ini terjadi dalam berbagai jenis dan bentuk. Meskipun sudah ada beberapa kebijakan yang digunakan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti KUHP, UU KDRT, dan UU Perlindungan Anak, tetapi masih terbatas pada lokus dan jenis tertentu saja. Sementara itu, masih banyak kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual yang masih belum tertangani. Hal ini disebabkan karena belum ada payung hukum yang tepat untuk digunakan dalam menangani kasus-kasus tersebut.

Keberadaan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual merupakan payung hukum yang komprehensif. Keberadaannya tidak hanya terkait dengan penanganan kasus tindak pidana saja, tetapi juga berfokus pada korban. RUU P-KS ini dirancang untuk memberikan perlindungan, penanganan, pemulihan bahkan pencegahan kepada korban. Untuk itu, INFID memandang perlu membuat Studi Kuantitatif Barometer Kesetaraan Gender: Persepsi dan Dukungan Warga terhadap Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) dan UU No. 16 tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Perkawinan 1974.

Studi kuantitatif Barometer Kesetaraan Gender ini dilaksanakan INFID bekerja sama dengan Indonesia Judicial Research Society (IJRS) dan Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LD UI). Studi ini dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan 2020 jumlah responden. Studi ini menggunakan metode survey telepon yang dilakukan dari Mei - Juli 2020. Pemilihan metode survei telepon dilakukan karena sejak Maret 2020 hingga saat ini, Indonesia sedang dilanda oleh pandemi COVID-19, yang menyebabkan terjadinya pembatasan pertemuan akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Metode ini merupakan metode survei yang baru pertama kali dilakukan oleh INFID. Walaupun beberapa tantangan ditemui dalam proses penyusunannya, pada akhirnya laporan ini dapat tersusun dan tersaji untuk kita semua. INFID sangat berharap kehadiran buku Laporan Studi Kualitatif Kesetaraan Gender: Persepsi dan Dukungan Warga terhadap Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) dan UU No. 16 tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Perkawinan dapat memberikan masukan kepada seluruh pemangku kebijakan dan juga masyarakat Indonesia. Laporan ini berisi fakta dan data terbaru yang disampaikan masyarakat tentang pentingnya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia.

Kami menyadari bahwa, studi ini masih belum sempurna. Namun, kami berharap hasil studi ini dapat bermanfaat dan melengkapi berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya. Studi ini diharapkan juga memberikan penguatan terhadap advokasi yang hingga hari ini masih terus dilakukan. Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyusunan studi ini.

Jakarta, 30 September 2020

Tatat

Program Manager INFID