Diskusi Ketimpangan Ketenagakerjaan di Indonesia


  • Tuesday, 23 January 2018 17:16
  • Artikel , Berita
  • 0 Berkas di unduh
  • 2389x dibaca.

INFID, Jakarta– INFID bersama dengan Perkumpulan Prakarsa, Lakpesdam NU, P3M, dan INRISE menyelenggarakan Diskusi Publik dan Konferensi Pers bertajuk “Merespons Forum Ekonomi Dunia 2018, Tantangan Penurunan Ketimpangan Ketenagakerjaan di Indonesia” di Jakarta, 23 Januari 2018.

Diskusi publik ini menghadirkan Maria Lauranti (Perkumpulan Prakarsa), Enny Sri Hartanti (Institute for Development of Economics and Finance/INDEF), Abdul Waidl (P3M), dan Dr. Ir. M. Rudy Salahudin (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia) sebagai pembicara.

Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan pertemuan tahunan para pelaku ekonomi dunia atau Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), di Davos, Swiss, tanggal 23 hingga 26 Januari 2018. Forum Ekonomi Dunia tahun ini mengambil tema “Creating a Shared Future in a Fractured World”. Tema ini diangkat di tengah kondisi ketimpangan yang kian meningkat, disertai kemarahan yang merebak di berbagai negara, hingga menimbulkan disintegrasi di banyak tempat seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Bertepatan dengan momentum tersebut, masyarakat sipil dari berbagai negara melakukan kampanye fight inequality atau kampanye serentak untuk mendesak pemerintah dan juga pelaku usaha di berbagai negara untuk bersama-sama berkomitmen menurunkan ketimpangan. Kampanye global ini berlangsung selama seminggu mulai dari tanggal 19 hingga 26 Januari 2018.

INFID, sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Melawan Ketimpangan di Indonesia (Fight Inequality Alliance Indonesia), turut berpartisipasi dalam kampanye ini. Tak hanya mengadakan diskusi, INFID juga aktif melakukan kampanye melalui media sosial, khususnya Twitter, dengan tagar #fightinequality dan #lawanketimpangan.