Memperkuat Pelibatan Universitas untuk SDGs yang Responsif Gender



INFID, Yogyakarta – International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menyelenggarakan lokakarya yang melibatkan 40 orang dengan latar belakang Civil Society, SDGs Center & Universitas pada 5 dan 6 September 2018 di Yogyakarta dengan tema ”Memperkuat Pelibatan Universitas dalam Pelaksanaan dan Pencapaian SDGs yang Responsif Gender, Inklusif dan Transformatif”.

Hari pertama lokakarya menghadirkan narasumber AB. Widyanta (Dosen FISIPOL Universitas Gadjah Mada) dan Dr. Nur Hygiawati Rahayu, ST, MSc (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Kementerian PPN/Bappenas) untuk mendiskusikan “Perkembangan Pelaksanaan SDGs dan Peran Universitas” yang dimoderatori oleh Djonet Santoso (SDGs Center Bengkulu).

Hari kedua, Zumrotin K. Susilo, (Tim Pelaksana SDGs), Dr. Zuzy Anna (Direktur Eksekutif SDGs Center UNPAD) dan Suharmen, S.Kom, MSi (Kepala Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas) hadir untuk menyampaikan materi terkait dengan “Monitoring SDGs (bench & marking)” yang dimoderatori oleh Hermanto (SDGs Center Jember).

Selain diskusi panel, lokakarya juga dilaksanakan untuk memfasilitasi diskusi kelompok terkait pemetaan agenda strategis universitas di dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs di daerah, penyusunan prinsip-prinsip dan pendekatan pemantauan SDGs serta rencana ke depannya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dalam usaha INFID memperkuat Kemitraan Multi-Stakeholder Partnership (MSPs) dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs di Indonesia. Sejak SDGs disahkan pada tahun 2015, Indonesia telah memiliki dasar hukum pelaksanaan SDGs di Indonesia seperti Peraturan Presiden No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan SDGs, Keputusan Menteri No. 64 tahun 2018 tentang Pembentukan Tim Pelaksana SDGs, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 7 tahun 2018 mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Untuk mendukung komitmen tersebut, sebagai institusi yang menghasilkan pengetahuan, analisis dan keahlian yang dibutuhkan untuk memahami dan mengimplementasikan SDGs sebagai agenda universal dan saling terkait, Universitas memiliki peran penting yang mampu menjembatani hubungan antara berbagai sektor dan membantu pendekatan lintas sektoral untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Menyelaraskan tujuan Civil Society, Universitas, dan Pemerintah dalam mencapai dan mengimplementasikan SDGs bukanlah sesuatu yang mudah. Sehingga, dengan adanya lokakarya ini diharapkan mampu memfasilitasi diskusi antar pemangku kepentingan untuk bergerak bersama dan mendorong pelibatan universitas dalam mempercepat pelaksanaan dan pencapaian SDGS di 10 kabupaten/kota yang responsif gender, inklusif dan transformatif bersama dengan masyarakat sipil.