INFID Advokasi Pelaksanaan SDGs di 3 Daerah



INFID, Jember, Banda Aceh, DIY – Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) hingga ke level daerah adalah salah satu komitmen dan prioritas kerja INFID. Sepanjang bulan Maret 2018, INFID melakukan advokasi pelaksanaan SDGs di tiga kota/kabupaten di Indonesia yaitu Jember, Banda Aceh, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meski dilaksanakan di tiga daerah yang berbeda, ada satu hal yang menjiwai setiap proses implementasi SDGs: penerapan prinsip “No One Left Behind”. Sejalan dengan hal ini, kegiatan yang dilaksanakan di ketiga daerah tersebut pun melibatkan berbagai pihak.

Di Jember, INFID melakukan pertemuan konsolidasi dan peningkatan kapasitas untuk penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs Kabupaten Jember. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 7 Maret 2018 dan melibatkan sekitar 35 partisipan dari organisasi masyarakat sipil (CSO), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), media, hingga akademisi.

Tak hanya bertujuan untuk menyusun draf RAD, kegiatan di Jember juga dilakukan untuk menyosialisasikan draf Surat Keputusan (SK) Tim Koordinasi Kabupaten Jember. Di bagian akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat untuk membentuk tim perumus multipihak yang bertugas mengompilasi seluruh usulan yang masuk dan memfinalkannya menjadi RAD.

Selanjutnya pada 13 Maret 2018, Senior Program Officer SDGs INFID Hamong Santono bertolak ke Banda Aceh untuk memberi paparan dan memperoleh masukan dari berbagai pihak terkait dokumen draf RAD SDGs Banda Aceh. Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini, Hamong menyampaikan perkembangan terbaru dan tiga tantangan besar dalam pelaksanaan SDGs di Indonesia. Ketiga tantangan tersebut adalah memastikan publik paham terhadap SDGs, pembiayaan untuk mencapai SDGs, serta memperkuat peran kota/kabupaten dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs.

Kegiatan di Kota Banda Aceh tak hanya melibatkan perwakilan pemerintah dari 5 kabupaten yaitu Pidie, Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Bireun. Hadir pula partisipan dari kelompok perempuan, kelompok disabilitas, tokoh adat dan agama, akademisi, swasta, dan lain-lain.

INFID bersama dengan Flower Aceh sendiri memang telah membantu Pemkot Aceh dalam mendesain pelaksanaan SDGs selama ini. Ke depannya, Kota Banda Aceh diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagi kota atau kabupaten lainnya di Indonesia dalam merancang dan melaksanakan SDGs di daerahnya.

Selain Jember dan Banda Aceh, di bulan Maret 2018 INFID juga mengadakan Forum Group Discussion (FGD) untuk menyusun draf RAD SDGs di DIY. Sama dengan dua kota/kabupaten sebelumnya, kegiatan di DIY juga didesain secara partisipatif.

FGD ini melibatkan berbagai pihak seperti organisasi masyarakat sipil, organisasi bantuan hukum, pemerintah, perwakilan pengusahan, serta akademisi. Dengan keikutsertaan mereka, RAD SDGs di DIY nantinya diharapkan bisa partisipatif dan sejalan dengan prinsip “No One Left Behind”. Kegiatan INFID di tiga kota/kabupaten ini didukung oleh Program Mampu dan melibatkan anggota serta jaringan organisasi masyarakat sipil INFID di daerah.