Bojonegoro Inspirasi untuk Negeri


Ada apa dengan Bojonegoro? Berangkat dari pertanyaan itu, kami memilih Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk ditulis sebagai buku. Pada April lalu, Bojonegoro terpilih mewakili Indonesia sebagai daerah percontohan pada ajang “Open Government Partnership (OGP) Subnational Government Pilot Program” atau Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka. Kabupaten Bojonegoro bersama Kota Seoul, Korea Selatan, dan Kota Tbilisi, Georgia, adalah percontohan pemerintah daerah pertama di Asia, bersanding dengan 13 kota besar di dunia dari 45 kota yang mendaftar pada ajang ini.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, pun telah mengukuhkan kesiapan jajarannya sebagai percontohan bagi Pemerintah Daerah Terbuka. Untuk mewujudkan pemerintahan terbuka itu—bahkan sampai tingkat desa Bupati Suyoto yang akrab dipanggil Kang Yoto, membuka akses telepon genggamnya kepada warga untuk menyampaikan pengaduan; tiap Jumat menggelar konsultasi dengan warga. Bojonegoro juga memenuhi ciri lain dari pemerintahan terbuka: publik dan pers bisa mengakses berbagai dokumen pemerintah dan rapat-rapat pemerintah.

Prestasi lain Bojonegoro adalah Daerah Ramah Hak Asasi Manusia (HAM)—predikat yang ditetapkan pada peringatan HAM se-Dunia 2015 di Istana Negara, 11 Desember 2015. Prestasi ini diraih berkat komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menata daerah dan membangun harmoni seluruh lapisan masyarakat dan kekuatan politik sehingga kebhinekaan serta toleransi antar dan intraumat beragama terjaga dan terawat dengan apik. Pemkab Bojonegoro berperan nyata dalam mendukung program Daerah Ramah HAM dengan mengeluarkan Perbup Nomor 07 Tahun 2015 tentang Bojonegoro Kabupaten Ramah HAM.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Bupati Suyoto, Kebupaten Bojonegoro menggagas program Dana Abadi dari hasil pengelolaanminyak dan gas. Kabupaten kaya migas ini sudah memikirkan nasib anak cucu, agar setelah minyak habis kelak, Dana Abadi bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga.

Kami melihat bahwa bukti nyata Bojonegoro dalam membangun daerah dengan keterbukaan dan akuntabilitas serta sejumlah inovasi dan inisiasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga, mengembangkan budaya potensi ekonomi lokal, serta komitmen terhadap HAM, bisa menjadi contoh berharga. Untuk alasan itulah, buku ini kami terbitkan sebagai upaya mendokumentasikan dan menyebarluaskan capaian tersebut dengan harapan menjadi inspirasi bagi negeri ini.

Buku ini terwujud berkat dukungan ExxonMobil, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan sejumlah pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih

Karir Lainnya

Buku Panduan Kabupaten/Kota HAM Edisi 2015
Redaksi INFID 07 November 2015
Diskusi: Memperkuat Multi-Stakehoder Partnership (MSP) untuk SDGs
Redaksi INFID 30 May 2018
Program Report INFID 2001
Suwarno Joyomenggolo 29 May 2002
Radio Talkshow: Strategi dan Cara Menurunkan Ketimpangan melalui Pencapaian SDGs
Redaksi INFID 20 March 2018
Laporan Publik INFID Tahun 2011
Redaksi INFID 03 December 2011
“VAKSIN NUSANTARA”: A LOOK FROM A CONCERNED SCIENTIST
Halida P. Widyastuti (Lily) 17 April 2021