Presidensi G20 Indonesia 2022


  • Wednesday, 01 December 2021 00:00
  • Jakarta

INFID Memimpin C20 Indonesia untuk G20 Indonesia 2022


Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan G20 (Group of 20) pada November 2022. G20 akan menjadi gelaran bersejarah dan momentum penting bagi Indonesia, karena forum ini akan menghasilkan kebijakan-kebijakan perekonomian dunia yang berdampak langsung pada keberlangsungan pembangunan di tanah air. 

G20 terdiri dari 19 negara ekonomi raksasa dunia plus Uni Eropa yang berkontribusi atas 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global, 75 persen perdagangan internasional, serta rumah bagi dua per tiga penduduk bumi. Negara-negara tersebut adalah Arab Saudi, Argentina, Australia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brazil, Cina, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, dan Uni Eropa.

Indonesia akan secara resmi menerima estafet presidensi dari Italia pada 1 Desember 2021. Dalam menyambut kepemimpinan Indonesia, pemerintah RI secara resmi telah membentuk Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 melalui Keppres Nomor 12 Tahun 2021 yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 27 Mei 2021. Untuk mengadvokasi isu dan kebijakan, semangat multilateralisme dalam proses perumusan regulasi dituangkan melalui keterlibatan aktor non-negara dalam forum G20 yang akan mengangkat isu-isu publik, seperti kepemudaan, kesehatan, kewirausahaan, hingga kesetaraan gender. Dalam hal ini, G20 Indonesia memiliki sejumlah mesin penggerak untuk menyusun rekomendasi publik yang terdiri dari berbagai macam kelompok atau disebut dengan engagement group. Mereka adalah Civil 20 (C20), Business 20 (B20), Labour 20 (L20), Women 20 (W20), Youth 20 (Y20), Think Tank (T20), Urban 20 (U20), Science 20 (S20). 


C20 Indonesia yang dikoordinir oleh INFID adalah sebuah koalisi dari puluhan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di berbagai macam isu, mulai dari energi hingga keseteraan gender. C20 merupakan wadah aspirasi masyarakat sipil yang dibentuk dengan tujuan untuk membawa suara-suara publik ke atas meja negosiasi sebagai agenda yang dibahas dalam pertemuan G20. C20 Indonesia secara resmi telah memetakan isu-isu kunci yang esensial untuk diperjuangkan dan membagi mereka ke dalam tujuh kelompok kerja:

  1. Vaccine Access and Global Health

  2. Energy and Climate

  3. Financing for Development and SDGs

  4. Education and Global Citizenship

  5. Gender Equality

  6. Anti-Corruption

  7. Digital Taxation