Sukhoi, Beraoma Miras hingga Korupsi
Rabu, 16/05/2012 | 08:10 WIB
Kehadiran pesawat Sukhoi di Indonesia membekaskan jejak kelam karena kasus-kasus yang mengitarinya. Selain kecelakaan di Gunung Salak yang hingga kini belum tuntas, minuman keras (miras) hingga aroma …
Read the full story »Video INFID
Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Indonesia, mengingatkan jejak rekam kelabu kedatangan pesawat Rusia itu di Indonesia. Koalisi LSM antikorupsi yang terdiri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Imparsial, KontraS, IDSPS, Elsam, HRWG dan INFID sempat melaporkan kasus mark up pembelian peawat tempur Sukhoi ke KPK pada 20 Mei 2012.
Waktu itu, laporan disampaikan oleh peneliti Hukum ICW, Adnan Topan Husodo. Diduga terjadi mark up atau penggelembungan harga sekitar US$ 50 juta atau pengadaan senilai US$470 juta untuk pembelian 6 unit pesawat tempur Sukhoi 30MK2 dari pemerintah Rusia. Ada indikasi kemahalan, ketidakwajaran, dan kejanggalan harga yang besar atas pembelian enam Sukhoi sebanyak US$50 juta.
Kejak-jejak kelam Sukhoi di Indonesia, ditambah dengan tragedi kecelekaan Sukhoi Superjet 100, jelas mempengaruhi opini terhadap produk Sukhoi asal Rusia. Termasuk pula pesawat tempur yang mau dibeli Kementrian Pertahanan.
Kehadiran Sukhoi di Indonesia telah menorehkan kesan negatif. Sepatutnya perusahaan Sukhoi memperbaiki kredibilitasnya di Indonesia. Kalau tidak, kehadiran pesawat Sukhoi akan terus jadi kontroversi. (HP)
Reform of TNI stalls, 12 years after split from police: Imparsial
The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 05/11/2012 8:33 AM
A- A A+
The National Police were separated from the Indonesian Military 12 years ago, and critics are saying that …
Melihat Jejak Kelam Sukhoi di Indonesia
IST
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional – Jumat, 11 Mei 2012 | 07:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Kehadiran pesawat Sukhoi di Indonesia membekaskan jejak kelam karena kasus-kasus yang mengitarinya. Pekan ini, pesawat Sukhoi Superjet …
Utang Pemerintah RI Per April 2012 Rp 1.859,43 Triliun
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi
SENIN, 7 MEI 2012 | 11:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Utang pemerintah pusat untuk mendanai pembangunan selama enam tahun ini per April 2012 sudah mencapai posisi Rp 1.859,43 triliun …
OECD: negara-negara kaya harus kurangi utang
Paris (ANTARA News) – Negara-negara terkaya di dunia harus segera mengambil langkah-langkah sulit untuk mengurangi utang, sebuah “tantangan besar” yang harus dipenuhi guna menstabilkan keuangan publik mereka yang tegang, OECD …